Bookmark! (press Ctrl+D)

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Bayu Indra Permana

TRIBUN-VIDEO.COM – Kuasa hukum Vanessa Angel, Arjana Bagaskara mengatakan mantan kuasa hukum kliennya itu terancam pidana jika benar memberikan xanax.

Abdul Malik mantan kuasa hukum Vanessa saat menangani kasus di Surabaya mengakui jika dirinya memberika dua butir xanax kala itu.

“Iya, karena dia bukan apoteker, bukan dokter, bukan puskesmas, pasal 14 kan udah jelas UUD psikotropika no.25 tahun 1997 harus apotik/dokter/puskesmas yang memberikan,” kata Arjana Bagaskara usai persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Senin (14/9/2020).

“Dia kan bukan dalam kapasitas itu, jadi bisa saja kalau mau dipaksa menggunakan dasar hukum ini,” bebernya.

Arjana juga membeberkan pasal yang akan menjerat Abdul Malik jika benar-benar terbukti memberikan obat xanax pada Vanessa Angel.

Ia pun meminta Abdul Malik untuk hadir dalam persidangan karena kesaksiannya sangat diperlukan.

“Karena ada pasal 60 ayat 4 mengatakan pihak yang memberikan pun bisa kena pidana. Dikatakan pasal tersebut barangsiapa yang menyerahkan psikotropika selain dalam pasal 14 ayat 1,2,3,4 dipidana paling lama tiga tahun,” tuturnya.

“Nah itukan sebenarnya kalau pak Abdul Malik gamau hadir tolong dong dr Polda Jatim atau penegak hukum Jatim paksa dia untuk hadir di sini, karena imbasnya klien kami bisa terancam gitu. Bisa dihukum tanpa ada kesaksian penuh dari pak Abdul Malik di persidangan,” jelasnya.

Abdul Malik sejatinya dihadirkan dalam persidangan hari ini, namun karena pandemi Covid-19 membuat Abdul Malik enggan memenuhi undanyan Jaksa Penuntut Umum untuk menjadi saksi.

Saat ini Vanessa Angel sedang terjerat kasus dugaan kepemilikan psikotropika jenis xanax.

Ia diamankan pada Senin (16/3/2020) lalu dan ditemui 20 butir xanax yang diakui miliknya.

source

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here